Blogger Widgets

Full House Full Episode

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Detective Dee

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Maming Happy Walau Sendiri (JOMBLO)

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Keistimewaan Malam Nisfu Sya'ban

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Nasi Liwet

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Faith K-Drama

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 07 Februari 2016

Daun Ini Biasa Digunakan Pasukan Militer Untuk Mengobati Demam Berdarah



Penyakit demam berdarah biasanya meningkat ketika musim penghujan seperti saat ini. Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk yang ada di sekitar rumah.

Bila sudah terjangkit demam berdarah pengobatannya adalah mendapat perawatan intensif di rumah atau di rumah sakit. Namun ada kabar obat mujarab dan murah untuk penyakit ini, yakni dengan menggunakan daun ubi jalar. Informasi ini beredar secara berantai melalui pesan di media sosial.

Dalam pesan itu disebutkan daun ubi jalar merupakan obat yang ampuh untuk penyakit demam berdarah. Resep ini disebut juga sudah lama dipakai pasukan militer. Cara pengobatannya dengan mengambil pucuk daun ubi jalar sebanyak porsi ikatan sayuran, kemudian direbus dengan 1 liter air selama kurang lebih 5 menit atau bisa juga 1 jam. Airnya disaring dan diminum. Jumlah frekusensi minumnya sebanyak 1 liter sehari. 

Disebutkan juga resep ini sudah pernah dicoba beberapa kali. Keponakan si pembuat pesan pernah terserang DBD dan trombositnya turun hingga 80 ribu dan setelah meminum air rebusan ubi jalar ini trombositnya meningkat menjadi 150 ribu. Ada juga pengalaman pasien lain yang sakit DBD trombositnya naik menjadi 396 ribu. Pesan itu menyebutkan bila resep ampuh ini didapat dari teman di Filipina dan obat ini sedang populer di sana. Bahkan beberapa kali menjadi topik seminar kesehatan.

"Daun ubi jalar bisa dipakai untuk mengobati demam berdarah. Daunnya diambil lalu direbus, lalu air rebusannya diminum," kata Prof Dr Ahmad Sulaeman, pakar gizi dari IPB dalam kegiatan 'Ayo Melek Gizi' yang diselenggarakan Sari Husada di Kampung Nyalindung, Bogor.

Prof Ahmad menjelaskan bahwa tak hanya bisa digunakan untuk mengobati demam berdarah saja, air rebusan daun ubi jalar juga bisa digunakan untuk mengobati diabetes melitus, menurunkan kolesterol dan memperbanyak ASI.

Kandungan alkoloid dan karotenoid di dalamnya diyakini memiliki efek yang baik bagi tubuh. Tak hanya untuk obat, daun ubi jalar juga bisa disajikan sebagai makanan dengan kandungan nilai gizi yang tinggi.

"Permasalahan gizi buruk di Indonesia ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan bahan-bahan makanan lokal. Ada banyak tanaman di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan," ujar Prof Ahmad.

Misalnya, Prof Ahmad mencontohkan tanaman liar yang di Sunda akrab disebut Babadotan. Tamaman yang sering dijumpai tumbuh di pekarangan ini ternyata berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan dan maag.

Oleh karena itu, Prof Ahmad menganjurkan untuk mulai lagi aktif menanam tanaman obat keluarga. Prof Ahmad yang sudah melakukannya selama beberapa tahun terkahir mengaku tanaman-tanaman inilah kunci kesehatan dan kebugarannya.

"Sampai sekarang saya belum pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit parah," kata Prof Ahmad.

Ubi jalar “Ipomoea batatas L” adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang digunakan adalah akar yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu yang penting sumber makanan pokok. Di Asia, selain umbi yang digunakan, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Ada juga ubi jalar yang digunakan sebagai tanaman hias karena keindahan daunya.

Ternyata daun ubi jalar memiliki kandungan zat yang sangat luar biasa yang bermanfaat untuk kesehatan. Menurut sebuah penelitian, daun dari ubi jalar mengandung berbagai vitamin yang baik untuk kesehatan, dan salah satunya adalah vitamin B6.


Sumber: http://forums.merdeka.com/threads/kesehatan/38158-daun-ini-biasa-digunakan-pasukan-militer-untuk-mengobati-demam-berdarah.html

Spanduk ini menggerakkan banyak orang untuk sholat berjamaah di masjid, Lihat apa yang tertulis di spanduk!

Sebagaian muslim saat ini merasa keberatan meninggalkann aktivitasnya ketika seruan untuk sholat berkumandang. termasuk saya sendiri... Sebagian merasa risih dengan adanya adzan. Sebagaian pula enggan menyegerakan sholat berjamaah di masjid. Bukan karena malas. Sepertinya imannya lah yang kurang kuat. Hatinya hampa. Tak ingat Allah. bahkan tak jarang mereka risih saat mendengar adzan berkumandang... 
Foto spanduk "Jogging 5 km kuat ke masjid 100 m gak kuat apa harus dianter tetangga" tengah ramai diperbincangkan di media sosial.


Foto spanduk ini sendiri diunggah oleh akun Facebook bernama Raehanul Bahraen.
Spanduk tersebut tampaknya berisi sindiran bagi orang yang jarang menunaikan solat di masjid.
Memang sering kita saksikan dilingkungan kita, atau mungkin kita sendiri, betapa mudah untuk olahraga satu jam jogging berkilo-kilo meter.
Namun, bila bila adzan tiba kita begitu sulit untuk datang ke masjid meski 10 menit saja. Ada apakah gerangan?
Sahabat, kita tentu sudah paham bahwa godaan syaitan begitu dahsyat.
Mereka selalu menggoda umat yang beriman untuk selalu menjauh dari tuntunan Allah melalui agama Islam ini.
Untuk itu kita harus selalu meminta perlindungan Allah dari godaan syaitan.
Spanduk tersebut tentu saja mendapat komentar beragam dari pengguna media sosial.
Kebanyakan komentar berisi dukungan terhadapa isi pesan yang ada di spanduk tersebut.
"Iya..bener banget tu tulisan....klu udah mati ajah..berdoa..biar kuburannya gak jauh2...gak sampai 5 km ..,"ungkap akun Facebook bernama Avi Arteti Tharmayz.
"Subhanallah... saling mengingatkan itu baik... sy sdh lama dak ke masjid.. jd ingin sholat ke masjid.. ijin share ya.,"kata akun Facebook bernama Dwi Anita Sriastuti.
" Ini realita, bagus untuk bahan renungan bagi kita semua. Semoga lebih baik. Amin.,"tutur akun Facebook milik Yuan.
Sementara itu, sejumlah netizen mengakui kalau mereka termasuk orang yang disinggung dalam spanduk tersebut.
Memang sindiran tersebut menjadi realita yang sekarang ini ada di masyarakat Indonesia khususnya. Mereka lebih suka shalat di rumah, ketimbang di Masjid.
Uniknya lagi, spanduk dengan tulisan menyindir tersebut, jarang sekali yang berkomentar pedas. Hampir semua netizen merasa bersalah telah lakukan shalat yang 5 waktu di rumah, malahan Masjid sangat dekat dari rumahnya, jauh berbeda jika mereka berolahraga Jogging, puluhan kilo pun akan ditempuh.
Semoga saja, bagi kita semua kata yang ada di spanduk tersebut memberikan hidayah, supaya kita lebih semangat lagi berjamaah.
Jika belum, yuk mulai sekarang perbaiki hubungan kita dengan Allah dengan rajin sholat berjamaah di masjid...
Jika anda setuju silahkan bagikan artikel ini :)
Semoga bermanfaat ya gan..
Sumber: 
http://www.siraman.com/berita/jogging-5-km-kuat-tapi-ke-masjid-100-m-gak-kuat-apa-harus-dianter-tetangga.html

Film Pendek Yang Harus Ditonton, Paling Nggak Sekali Seumur Hidup. Bikin Kita Speechless

Film Pendek Yang Harus Ditonton, Paling Nggak Sekali Seumur Hidup. Bikin Kita Speechless Deh…

Dewasa ini dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi yang membuat kita lupa akan kultur kita sebagai makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain. Namun waktu berganti begitu cepat sehingga kita tidak lagi butuh dengan sesama kita, melainkan dengan sosial media yang kita miliki di HP.
video di bawah ini akan menjelaskan bagaimana sosial media dapat mengubah hidup seseorang.

Di dunia modern yang penuh dengan gadget ini, kadang kita malah jadi merasa sendiri.
Ada pepatah. “Gadget mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”. Dimana kita merasa nyaman berdiskusi dengan teman yang jauh, entah dimana, tapi malah mendiamkan teman di sekitar meja kita.
Bukannya ngobrol bersama, kita malah sibuk dengan gadget masing-masing.
Inikah dunia modern. Tonton film ini, dapatkan pencerahan. Film dilengkapi dengan terjemahan teks bahasa Indonesia.
Semoga bermakna.

Professor Yahudi : Hanya Ada Satu Agama Yaitu ISLAM


Islamjuara.com - Profesor Sejarah Universitas Hebrew, Yerusalem, Moshe Sharon, menegaskan pada dasarnya, agama di alam semesta ini hanyalah satu. Agama tersebut mengokohkan keesaan Allah dan menegaskan nabi Muhammad sebagai utusan Allah.


“Dari mulai diciptakannya semesta ini, hanya ada satu agama, yaitu Islam,” ujarnya, sebagaimana ditayangkan kantor berita Israel, Arutzsheva, yang dikutip pengguna youtube, Bahrain Tahir.

Dalam video berdurasi hampir tiga menit ini, Moshe menjelaskan lebih lanjut, jika ada siapapun menyatakan tempat ini adalah kuil Sulaiman, maka muslim akan menyatakan itu benar. “Solomon (sulaiman, - red) adalah muslim. David (Daud, - red), Abraham (Ibrahim, - red), Moses (Musa, - red), Yesus (Isa, - red), adalah muslim.

“Inilah yang saya maksudkan dengan islamisasi sejarah. Di seluruh islamisasi sejarah akan ada islamisasi geografi, semua wilayah yang berhubungan dengan tokoh-tokoh tadi adalah wilayah muslim,” tegas Sharon, yang ketika tampil mengenakan tutup kepala ala Yahudi atau //yarmuk//.

Wilayah-wilayah tersebut, jelasnya, terlepas apakah sesudah Nabi Muhamad datang atau belum, harus dibebaskan. “Bukan untuk ditaklukkan. Yang ada adalah untuk dibebaskan,” imbuhnya. Islam muncul di sejarah, pada saat Muhammad, adalah sebagai pembebas. Tidak ada penjajahan dalam Islam. Yang ada adalah pembebasan dalam Islam.

Mari sebarkan berita ini, terimakasih

Sumber : http://www.islamjuara.com/ dan Republika.co.id

Sabtu, 08 Juni 2013

Open DNS Server

Free Fast Public DNS Servers List

The most basic task of DNS is to translate hostnames such as theos.in to IP address such as 74.86.49.131. In very simple terms, it can be compared to a phone book. DNS also has other important use such as email routing.
This is my list of better, fast public dns servers and free dns server (as compare to your ISP / DSL / ADSL / cable DNS service providers dns servers). These dns servers are free to all. I was able to improve my browsing speed with following DNS servers. Use any one of the following provider.

Free Public DNS Server

=> Service provider: Google
Google public dns server IP address:
  • 8.8.8.8
  • 8.8.4.4
=> Service provider:Dnsadvantage
Dnsadvantage free dns server list:
  • 156.154.70.1
  • 156.154.71.1
=> Service provider:OpenDNS
OpenDNS free dns server list / IP address:
  • 208.67.222.222
  • 208.67.220.220
=> Service provider:Norton
Norton free dns server list / IP address:
  • 198.153.192.1
  • 198.153.194.1
=> Service provider: GTEI DNS (now Verizon)
Public Name server IP address:
  • 4.2.2.1
  • 4.2.2.2
  • 4.2.2.3
  • 4.2.2.4
  • 4.2.2.5
  • 4.2.2.6


Senin, 20 Mei 2013

Cara Mudah Membuat Tombol Hide Show di Blog



Saat pertama kali melihat tombol spoiler hide show saya di suatu forum. Terlihat gambar yang disembunyikan dengan hanya nampak tombol show. Jika kita mengklik tombol tersebut (atau show) maka gambar atau tulisan dalam kotak tersebut akan muncul.
Memang belajar blog tak akan pernah habisnya selalu muncul pertanyaan-pertanyaan baru saat kita memulai membuat blog, termasuk saya yang masih banyak yang belum saya ketahui tentang membuat blog agar tampil dengan sempurna.

Kali ini saya akan membagi tips dan cara membuat tombol hide show di blog kita. Saya akan mencoba memberi contoh dan penampakan nya langsung tombol hide show di postingan kali ini. Berikut ini kata contoh yang akan dijadikan hide show.

Download Template Ringan SEO. Hai para sahabat blogger, kali ini kami akan memberikan download template yang ringan dan SEO. Template ini berdesain simple dan pastinya sangat ringan untuk blog kamu. Kami beberapa waktu lalu juga memberikan template blogger yang ringan dan super SEO lainnya disini.
Setelah memakai script hide show maka akan tampak seperti dibawah ini :

Oke kita pelajari bersama sama cara membuat tombol hide show secara detail pada postingan :
Buka halaman untuk menulis artikel dalam keadaan HTML bukan compose. Setelah halaman yang html dibuka copy pastekan kan script untuk hide show nya di bawah ini.
<div id="spoiler">   
<div style="margin: 5px 20px 20px;">   
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;">  <input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 75px;" type="button" value="Show" /></div>  <div class="alt2" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(225, 228, 242) none repeat scroll 0% 0%; border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;">  <div style="display: none;">   
Tulis artikel di sini
</div>   
</div>
</div>   
Silahkan isi kata merah diatas dengan artikel kamu atau gambar ..... maka akan menjadi tulisan ataupun gambar yang di hide show.

Selamat mencoba tips diatas membuat tulisan kita ataupun gambar kita ter hide show. Cara hide show ini dapat mempercepat loading blog kita ataupun dapat menjadikan tulisan kita lebih rapi.

Sabtu, 18 Mei 2013

Laporan Proposal Penelitian Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah
Meningkatkan mutu pendidikan adalah menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama bagi guru SD, yang merupakan ujung tombak dalam pendidikan dasar. Guru SD adalah orang yang paling berperan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing di zaman pesatnya perkembangan teknologi. Guru SD adalah setiap pembelajaran selalu menggunakan pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang dapat memudahkan siswa memahami materi yang diajarkannya, namun masih sering terdengar keluhan dari para guru di lapangan tentang materi pelajaran yang terlalu banyak dan keluahan kekurangan waktu untuk mengajarkan semua.
Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas penggunaan model pembelajaran yang bervariatif masih sangat rendah dan guru cenderung menggunakan model konvensional pada setiap pembelajaran yang dilakukannya, hal ini mungkin disebabkan kurangnya penguasaan guru terhadap model-model pembelajaran yang ada, padahal penguasaan terhadap model-model pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan professional guru, dan sangat sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang mulai diberlakukan di sekolah dasar pertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan cerdas sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang leibh tinggi. Hal ini hanya dapat tercapai apabila proses pembelajaran yang berlangsung mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa, dan siswa terlibat langsung dalam pembelajaran PAI. Disamping itu kurikulum tingkat satuan pendidikan memberi kemudahan kepada guru dalam menyajikan pengalaman belajar, sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hidup yang mengacu pada 4 pilar pendidikan universial, yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar dengan melakukan (learning to do), belajar untuk hidup dalam kebersamaan (learning to live toghether), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be).
Untuk itu guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya, di mulai dari rancangan pembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yang diajarkan, dan sumber belajar yang tersedia. Kenyataannya masih banyak di temui proses pembelajaran yang kurang berkualitas, tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik bahkan cenderung membosankan sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar materi PAI. Rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDN 3 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin menunjukkan adanya indikasi terhadap rendahnya kinerja belajar siswa dan kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran yang berkualitas. Untuk mengetahui mengapa siswa kurang termotivasi belajar materi PAI, tentu guru perlu merefleksi diri untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidak berhasilan siswa dalam pelajaran PAI. Sebagai guru yang baik dan professional, permasalahan ini tentu perlu ditanggulangi dengan segera. Berdasarkan hal tersebut di atas, salah satu alternative yang bisa dilakukan dalam menumbuhkan motivasi belajar sisaw pada materi PAI yaitu dengan penerapan metode bermain dan cerita (BC) yang mana dalam dunia anak adalah dunia bermain. Bagi anak-anak kegaitan bermain selalu menyenangkan. Melalui kegaitan bermain ini, anak bisa mencapai perkembangan fisik, intelektual, emosi dan sosial. Begitu juga dengan metode cerita apabila kita isi dengan materi pembelajaran maka akan cepat mudah dicerna atau difahami oleh peserta didik. Pengunaan metode bermain dan cerita (BC) ini diharapkan agar materi pelajaran PAI dapat mudah dipahami dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang menatakan baha salah satu cara menggerakan motiasi belajar adalah dengan mencipatakan kondisi belajar yang menyenangkan.[1]
Motivasi dapat juga di katakana serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bial ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu, jadi motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar yaitu dengan cara bermain dan cerita, tetapi motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai.[2]
Kemudian dalam hubunganya dengan kegiatan belajar, yang penting bagaimana menciptakan kondisi atau suatu proses yang mengarahkan siswa itu melakukan aktifitas belajar. Dalam hal ini sudah barang tentu peran guru sangat penting. Bagaimana guru melakukan usaha-usaha untuk dpat menumbuhkan danmembeikan motivasi agar anak melakukan aktivitas belajar dengan baik. Untuk dapat belajar dengan baik diperlukan proses dan motivasi yang baik pula. Dalam hal ini perlu di tegaskan bahwa motivasi tidak pernah di katakana baik, apabila tujuan yang diinginkan juga tidak baik. Memberikan motivasi kepada seorang siswa, berarti menggerakan siswa untuk melakukan sesuatu. Pada tahap awalnya akan menyebabkan si subjek belajar merasa ada kebutuhan dan ingin melakukan sesuatu kegiatan belajar.[3]
Di dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik intrinsic maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Dengan motivasi, pelajar dapat mengembankan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melkukan kegiatan belajar. Dalam kaitan itu perlu di ketahui bahwa cara dan jenis menumbuhkan dan memberiki motivasi adalah bermacam-macam. Hal ini guru harus berhati-hati dalam menumbuhkan dan member motivasi bagi kegiatan belajar para anak didik. Sebab mungkin maksudnya memberikan motivasi tetapi justru tidak menguntungkan perkembangan belajar siswa.[4]
Melalui kegiatan bermain, anak dapat mengembangkan kemampuan sosialnya, seperti membina hubungan dengan anak yang lain, bertingkah  laku sesuai dengan tuntutan masyarakat, menyesuaikan diri dengan teman sebaya, dapat memahami tingkah lakunya sendiri, dan paham bahwa setiap perubahan ada konsekuensinya.[5]
Sesuai dengan manfaat penggunaan metode bercerita bagi anak SD yang telah dikemukakan, kegiatan bercerita merupakan salah satu cara yang ditempuh guru untuk member pengalaman belajar anak memperoleh penguasaan isi cerita yang disampaikan lebih baik. Melalui cerita anak menyerap pesan-pesan yang dituturkan melalui kegiatan bercerita. Penuturan cerita yang syarat informasi atau nilai-nilai itu dihayati anak dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan bercerita anak dibimbing mengembangkan kemampuan untuk mendengarkan cerita guru yang bertujuan untuk memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai  social, moral, dan keagamaan, pemberin informasi tentang lingkungan fisik dan lingkungan social.[6]
Oleh karena itu, sangat penting dilakukan untuk mengadakan penelitian yang berhubungan dengan metode bermain dan cerita (BC). Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti penerapan metode bermain dan cerita (BC) dengan judul “Implementasi Metode Bermain dan Cerita (BC) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Siswa Kelas II di SD Negeri 3 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin”.

1.2.Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1)      Bagaimana implementasi metode bermain dan cerita (BC) dalam meningkatkan motivasi belajar PAI siswa kelas II di SD Negeri 3 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin?
2)      Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penerapan metode bermain dan cerita (BC) dalam meningkatkan motivasi belajar PAI siswa kelas II di SD Negeri 3 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin?

1.3.Tujuan dan Manfaat Penelitian
  1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah :
1)      Untuk mengetahui penerapan metode bermain dan cerita (BC) dalam meningkatkan motivasi belajar PAI siswa kelas II di SD Negeri 3 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin.
2)      Untuk mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat penerapan metode bermain dan cerita (BC) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II di SD Negeri 3 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin
  1. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak
1)      Bagi lembaga pendidikan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemikiran pengetahuan, informasi dan sekaligus referensi yang berupa bacaan ilmiah.
2)      Bagi pengembangan khazanah ilmu, penelitian ini dapat memberikan infomasi tentang implementasi metode bermain dan cerita (BC) untuk meningkatkan motivasi belajar PAI yang telah dilaksanakan dan dapat dijadikan bagi peneliti selanjutnya.

BAB II
METODOLOGI PENELITIAN

2.1.      Jenis Penelitian
Dalam penulisan praktek penelitian ini, jenis penelitiannya ialah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian.[7] Sedangkan penelitian yang dilakukan adalah penelitian mendalam (indepth study) mengenai suatu unit social sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisasikan dengan baik dan lengkap mengenai unit sosial tersebut.[8]
2.2.      Jenis dan Sumber Data
a.      Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data kualitatif yaitu data hasil penelitian yang terkait dengan motivasi belajar PAI siswa kelas II di SD Negeri 3 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin.
b.     Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini terdiri 2 macam, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer siswa dan guru PAI di SD Negeri 3 Sekayu. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah dewan guru (pada umumnya), Kepala Sekolah dan Karyawan SD Negeri 3 Sekayu.
2.3.      Populasi dan Sempel
Yang dimaksud dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumber data. Dan yang dimaksud dengan sempel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti, sampel di sini meliputi : Siswa Kelas II SD Negeri 3 Sekayu yang berjumlah 34 siswa dan guru Pendidikan Agama Islam yang berjumlah 2 Guru.
2.4.      Teknik Pengumpulan Data
a.      Teknik Observasi
Observasi adalah suatu cara mengumpulkan data dengan mengamati langsung terhadap objeknya. Metode ini digunakan untuk melihat dan mengamati secara langsung kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan melihat sarana dan prasarana yang dimiliki.
b.      Teknik Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan data melalui bahan-bahan tertulis ataupun gambar-gambar yang ada (telah dibuat/telah disusun) oleh seseorang atau lembaga. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang keadaan geografis, struktur organisasi, keadaan guru, dan siswa.

c.      Metode Wawancara
Wawancara adlah suatu cara pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka. Penelitian mengajukan pertanyaan dan orang yang diwawancarai memberikan jawaban secara lisan pula. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dari guru bidang Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) tentang motivasi belajr siswa di kelas II SD Negeri 3 Sekayu.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1.      Latar Belakang Sekolah
SD Negeri 3 Sekayu dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 1950, SD ini terletak di tengah – tengah kota Sekayu tepatnya di Kabupaten Musi Banyuasin. Jarak antara SD Negeri 3 Sekayu dengan Kantor Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sekitar ±200 m, sedangkan jarak antara SD Negeri 3 Sekayu dengan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Musi Banyuasin ± 200 m.
Pada SD Negeri 3 memiliki Akreditasi C dengan nilai 57,95, yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Sekolah Kabupaten Musi Banyuasin, namun semakin majunya kegiatan proses belajar mengajar di SD Negeri 3 Sekayu meningkat dan dengan kerja keras seluruh dewan guru, maka Akreditasi sekolah meningkat pula menjadi A yang telah dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Sekolah Propinsi Sumatera Selatan pada tanggal 27 November 2008
SD Negeri 3 Sekayu saat ini memiliki pegawai yang terdiri dari tenaga Pengajar Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjumlah 17 orang dan tenaga honorer 3 orang. Sedangkan penjaga sekolah 2 orang

3.2.      Tujuan
Untuk mengetahui kegiatan proses belajar mengajar di SD Negeri 3 Sekayu.

3.3.      Manfaat
a.         Sebagai bahan masukan bagi SD Negeri/swasta yang berada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
b.        Sebagai masukan bagi institusi yakni Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Sekayu.

Visi SDN 3 Sekayu

“ Terdepan dalam prestasi,
Mandiri dalam peningkatan mutu pendidikan dan
Mengutamakan praktek Keagamaan “


Misi SDN 3 Sekayu


Untuk mendukung Visi tersebut maka telah dirumuskan Misi SDN 3 Sekayu sebagai berikut  :
1.         Mewujudkan kompetisi yang sehat, sportif, adil dan transparan.
2.         Meningkatkan kualitas dan kuantitas guru sehingga dapat mengikuti kemajuan ilmu dan teknologi dengan jumlah yang memadai.
3.         Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa dengan menyediakan waktu yang semaksimal mungkin untuk belajar.
4.         Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan di SDN 3 Sekayu.
5.         Memperbanyak kesempatan praktek keagamaan.
6.         Meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan sekolah
Sumber : Data Sekolah SD Negeri 3 Sekayu

3.4.      Motivasi Belajar
Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai.
Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi Ektrinsik.
1)   Motivasi Intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.
2)   Motivasi Ekstrinsik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.
Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru.
Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar

3.5.      Metode Bermain dan Cerita
a.      Metode Bermain
Menurut Dra. Moeslichatoen penggunaan metode bermain merupakan salah satu penerapan yang digunakan oleh para guru untuk memotivasi belajar siswa, karena metode bermain merupakan bagian dari strategi kegiatan, metode ini dipilih berdasarkan strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. Adaupun bermain di sekolah dapat dibedakan menjadi bermain bebas, bermain dengan bimbingan dan bimbingan yang diarahkan dalam bermain bebas dapat diartikan suatu kegiatan bermain dimana anak mendapat kesempatan melakukan berbagai pilihan alat dan mereka dapat memilih bagaimana menggunakan alat-alat tersebut, bermain dengan bimbingan, guru memilih alat permainan dan diharapkan anak-anak dapat memilih guna menemukan suatu konsep (pengertian) tertentu. Dalam bermain yang diarahkan, guru mengajarkan bagaimana cara bermain sesuatu yang diarahkan ke dalam pembelajaran yang tidak jauh-jauh dari belajar PAI.
Dengan metode ini anak akan memiliki daya ingat yang lebih. Menurut pendidik dan para ahli psikologi, bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cerminan pertumbuhan anak. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri, melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. Fathuk Bab Abdul Halim Sayyid menyatakan bahwa bermain merupakan sarana untuk belajar mengembangkan akal dan fisik secara bersamaan. Bermain adalah seni dan ilmu, dengan menerapkan metode bermain dan cerita peserta didik akan termotivasi untuk terus belajar.
Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakannya untuk kegiatan itu sendiri yang lebih ditekankan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu, kegiatan bermain tidak dilaksanakan serius dan fleksibel.
Di dalam kegiatan penelitian kali ini penulis akan menerangkan bagaimana metode bermain dan cerita yang dilakukan di SD Negeri 3 Sekayu, yang penulis dapatkan dari narasumber yang mengajar di lokasi tempat penelitian dilakukan.
Dari data yang penulis dapatkan, guru PAI yang ada di SD Negeri 3 Sekayu melakukan metode bermain dan cerita (BC) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas II. Pendidik menggunakan sarana taman yang berada di lingkungan sekolah dalam menerapkan pemberian materi dengan metode bermain. Sedangkan dalam pemberian materi pengajaran dengan metode cerita pendidik memgunakan media buku dan ceramah.
b.     Metode Cerita
Menurut Abu Ahmadi dan Zul Ardian, berpendapat bahwa bahan cerita yang baik dan terpilih berguna sekali untuk pembentukan budi pekerti anak. Dongeng atau cerita daoat dijadikan pilihan sebagai media pendekatan dalam pendidikan nilai-nilai ajaran Islam.
Bagi kalangan keluarga muslim tema cerita (dongeng) yang diplih tidak hanya karena segi daya nilai-nilai ajaran Islam. Kini memang tugas guru untuk bisa mengidangkan dongeng agamis pada anak didiknya dalam upaya menenggelamkan pengaruh dongeng yang temanya tidak baik dan dapat merusak akidah dan akhlak anak didik, serta yang dapat memotivasi belajar PAI.[9]
Kegiatan bercerita bisa memberikan pengalaman belajar untuk berlatih mendengarkan. Melalui mendengarkan anak memperoleh bermacam-macam informasi tentang pengetahuan, nilai, dan sikap untuk dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai agama yang dapat ditanamkan pada anak Sekolah Dasar (SD) yakni dimana sebuah cerita tersebut akan menjadi sangat bernilai apabila guru mampu mengaitkan materi pendidikan agama islam di dalamnya, sehingga siswa tidak hanya mendengar materi cerita tetapi mereka juga akan lebih banyak mengenal tentang pelajaran pendidikan agama Islam yang dikemas dalam metode cerita. Jadi konsep-konsep metode cerita di atas dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya metode cerita kepada anak sangatlah membantu guru dalam memotivasi belajar siswa melalui cerita yang tidak jauh dari kegiatan belajar PAI.[10]

BAB IV
SIMPULAN

Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan di SD Negeri 3 Sekayu dalam meningkatkan motivasi belajar PAI Kelas II ini dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode Bermain dan Cerita (BC) kepada anak usia dini sangat membantu guru dalam memotivasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA
 

Dwi Sunar Prasetyono, Membedah Psikologi Bermain Anak. (Yogyakarta : Think, 2007)
Sardiman A.M, Interaksi Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Tahun 2001)
Dra. Moeslichatoen R. M.Pd. Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak. (Jakarta: Tahun 2004)
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004).
Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1999)
J. Abdullah, Memilih Dongeng Islam Pada Anak, (Jakarta : Amsah, 1997)

Lampiran 1
Gambar Kegiatan Penelitian


LAPORAN PENELITIAN PENDIDIKAN
 

IMPLEMENTASI METODE BERMAIN DAN CERITA (BC) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PAI SISWA KELAS II DI SD NEGERI 3 SEKAYU KABUPATEN MUSI BANYUASIN







Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat tugas individu
Pada mata kuliah Praktek Penelitian Pendidikan


Oleh :
AHMAD NAJMUDIN
NIM : 111410032

Jurusan Pendidikan Agama Islam



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM RAHMANIYAH
SEKAYU
2013


[1] Dwi Sunar Prasetyono, Membedah Psikologi Bermain Anak. (Yogyakarta : Think, 2007)
[2] Sardiman A.M, Interaksi Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Tahun 2001), hal.75
[3] Ibid hla. 77
[4] Ibid. hal 91
[5] Dra. Moeslichatoen R. M.Pd. Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak. (Jakarta: Tahun 2004), hal. 32
[6] Ibid. Moeslichatoen. Hal 170.
[7] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004). Hal 6
[8] Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1999). Hal 8
[9] J. Abdullah, Memilih Dongeng Islam Pada Anak, (Jakarta : Amsah, 1997)
[10] Ibid, Moeslichatoen hal.168